Pages

Jumat, 18 Maret 2011

free counters

Makan Coklat Bikin Jago Matematika

INILAH.COM, Jakarta – Coklat selalu dikreditkan sebagai pengurang stres hingga risiko penyakit jantung. Namun, ada fakta lain mengenai coklat.
Menurut studi peneliti Northumbria University Inggris pada 2009, coklat bisa membantu orang mengerjakan matematika. Studi menunjukkan, orang bisa menghitung mundur lebih baik setelah mengkonsumsi coklat panas yang mengandung 500 mg flavanolsatau lima batang coklat.
Selain itu, antioksidan pada coklat bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Studi lain menunjukkan, sedikit coklat hitam bisa mengubah tingkat protein C-reaktif yang berhubungan dengan peradangan di dalam tubuh.
“Pengaruh terbaik diperoleh ketika mengkonsumsi rata-rata 6,7 gram coklat per hari atau setara kotak kecil coklat dua atau tiga kali sepekan,” papar penulis utama studi Northumbria Romina di Giuseppe.
Selama beberapa tahun, studi juga menguak manfaat coklat bagi kesehatan. Menurut studi pada 44 ribu partisipan baru-baru ini, orang yang tiap pekan makan coklat, 22% lebih kebal stroke. Temuan ini dipresentasikan di pertemuan tahunan American Academy of Neurology di Toronto.
Meski coklat terbukti kaya antioksidan flavonoid yang bisa menangkal stroke, studi Sarah Sahib dari McMaster University, Kanada, mencatat, penelitian ‘lebih lanjut diperlukan untuk menentukan coklat benar-benar menurunkan risiko stroke, atau apakah orang bisa sehat cukup dengan makan coklat”.
Pada 2009, studi menemukan, orang yang dinilai sangat tertekan mengalami penurunan tingkat hormon stres setelah makan coklat tiap hari selama dua pekan. Di studi Nestle Research Center Swiss, 30 subyek makan 40 gram coklat hitam tiap hari.
Studi Sunil Kochhar ini menunjukkan, relawan mengalami ‘pengurangan kadar hormon stres dan normalisasi metabolik stres sistemik’ secara signifikan. Mungkin alasan ilmiah inilah yang membuat coklat disebut sebagai ‘makanan para dewa’ di Yunani. [mor]

Kamis, 17 Maret 2011

free counters

Indonesia Butuh pasar Selain Jepang

 Pengusaha nasional tengah berupaya mencari pasar diluar jepang sebagai antisipasi penurunan permintaan akan produk indonesia oleh negara tersebut. Kalangan pengusaha khawatir, pascabencana gempa bumi dan tsunam, jepang akan mengurangi impor barang-barang sekunder.
Wakil sekunder umum asosiasi pengusah mengatakan  indonesia (Apindo) franky sibarani mengatakan pascabencana praktis belanja jepang akan diprioritaskan untuk keperluan barang-barang dalam rangka penanganan dn pemulihan dampak bencana.yang diutamakan tentunya untuk pemenuhan banhan bangunan sehingga kebutuhan sekunder tidak menjadi prioritas.
Diperkirakan, pemintaan jepang turun, antara lain tekstil, sepatu, makanan dan minuman, serta produk perikanan.hilangnya pasar ekspor potensi itu menjadi masalah tersendiri bagi indonesia. Meski bersifat sementara, hal itu akan berdampak menyuluruh bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Solusinya antara lain dengan pengalihan pasar kenegara potensial lainnya. Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja lebih ekstra, terutama dalam melakukan diplomasi kenegara lain. Kita sendiri akan terus berusaha menamah volume ekspor kepasar Uni Eropa, Amerika serikat, dan kawasan Asia.
Hal senada di ungkapkan ketua umum himpunan pengusaha muda indonesia (Hipmi)  erwin aksa. Menurutnya pasar Alternatif harus dicari meski tetap berharap pemulihan jepang dapat berlangsung cepat. Kita berharap pemerintah dapat membntu pengusaha untuk mendapatkan pasar pengganti ataupun perluasan paasar kekaasan lain.
Sepajang 2010, nilai ekspor nonmigas kejepang tercatat mencapai US$16,49 miliar dan mendukuduki peringkat pertama sebagai negara tujuan ekspor indonesia. Sementara itu, presiden direktur Daihatsu motor company ina koichi, kemaren, menemui wakil presiden Boediono untuk memastikan komitmen merealisasikan pembangunan pabrik senilai US$400 juta. Pembangunanna akn dimulai pertengahan tahun ini. Presiden direktur Astra Daihatsu Motor indonesia Sudirman MR menambahkan disamping Pabrik baru, investasi juga dialokasikan untuk pengembangan produk lain.

Rabu, 16 Maret 2011

Kebijakan Moneter

Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter ialah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar atau mengubah permintaan akan uang. Secara garis besar kebijakan moneter dibedakan menjadi dua, yaitu kebijakan uang ketat (tight money Policy) dan kebijakan uang longgar (easy money policy). Kedua kebijakan ini wewenangnya diberikan pemerintah kepada Bank Indonesia. Kebijakan uang longgar ialah kebijakan yang memudahkan untuk memperbanyak jumlah uang beredar dan kebijakan uang ketat untuk mengurangi jumlah uang  beredar. Dalam mengatasi Inflasi, kebijakan yang diambil Bank Indonesia bertujuan mengurangi jumlah peredaran uang. Untuk itu, Bank Indonesia menjalankan beberapa politik, yaitu politik diskonto, politik pasar terbuka, dan menaikkan cash ratio.
  • Politik Diskonto untuk mengatasi inflasi, diartikan sebagai menaikkan tingkat bunga. Apabila bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakandabna pinjamanakan tertahan karena modal pinjaman menjadi mahal. Akibatnya, ongkos produksi juga tinggi. Dengan bunga tinggi, kran kredit dari bank ke masyarakat terhambat dan mengurangi jumlah uang yang beredar.
  • Politik Pasar Terbuka, dalam hal ini Bamk Sentral menawarkan surat berharga kepasar modal. Praktek nyata yang dilakukan oleh Bank Indinesia untuk menarik uang yang beredar adalah menjual SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dengan memberi tingkat bunga yang tinggi. Jika Bank Indonesia ingin menambah uang yang beredar maka ia akan membeli SBPU (Surat berharga Pasar Uang) yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga keuangan, baik bank maupun bukan bank.
  • Menaikkan Cash Ratio, Cash Ratio adalah perbandingan total cadangan uang tunai bank dengan total utang pada nasabah (deposit liabilities). Menaikkan cash ratio yaitu menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas. Dengan naikknya cash ratio berarti kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.

Jumat, 11 Maret 2011

KATA - KATA MOTIVASI DIRI

 * sekali lagi, keyakinan membuat seseorang begitu luar biasa keluar dari keterbatasan diri, melesat mengejar    visi, impian, dan cita-cita.

* sebaik-baik bekal adalah iman, sebaik-baik iman adalah akhlak, sebaik-baik akhlak adalah islam

* No one is born to lose.everyone is born to win.and the biggest difference that separates the one form the other is the willingness to learn, to change, and to growth.

* Do the best every time

*orang yang sukses adalah orang yang memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang ia harus bayar.

* Better to do wrong thing all heratedly than doing right thing half heartedly.

*sesungguhnya, dalam setiap kesulitan terdapat kemudahan
* hidup dan mati memang tuhan yang menentukan. namun, warna-warni hidup, arah, dan tujuan hidup, sikap menjalani hidup...kita yang menentukan...

Rabu, 16 Februari 2011

Sejarah Perekonomian sistem perekonomian di indonesia

PELITA III ( 1979 -1984)

Pada tahun 1966 – 1969 merupakan awal permulaan orde baru dimulai sekaligus awal permulaan rehabilitasi  untuk perekonomian diindonesia. Pemerintah indonesia pun mulai melakukan rencana-rencana pembangunan yang kita kenal dengan Repelita (RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN)
Sesuai dengan namanya Repelita terbagi 5 tahap :
Ø  Repelita 1      (1969 – 1974)
Ø  Repelita II     (1974 – 1979)
Ø  Repelita III    (1979 – 1984)
Ø  Repelita IV    (1984 – 1989)
Ø  Repelita V      (1989 – 1994)
Kali ini saya akan membahas tentang Repelita III (1979 1984)
Pada Repelita III pemerintah memprioritaskan untuk rencana pembangunan perekonomian  kearah produksi yang memenuhi kebutuhan rakyat banyak, disamping itu menyarankan untuk membangun industri dasar sebagai basis industrialisasi. Industri dasar tidak harus berarti industri baja, namun juga bisa berupa industri yang mengolah  hasil tambang yang kita milki, atau industri pupuk, industri petro kimia, semen, mungkin juga industri kayu. Jadi industri- industri  yang strategis bisa berkembang cukup pesat, dengan produktivitas tinggi, yang bisa mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi ikutan dalam hubungan mata rantai kemuka dan kebelakang (forward and backward linkages).
Ditahun 1982 bahwa telah terjadi penyimpangan strategi dan kebijakan industri di indonesia, karena tidak sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam pembangunan limatahun, yaitu untuk  1. Menggunakan banyak tenaga kerja relatif dibandingkan dengan tenaga mesin ; 2. Mampu menghemat atau menghasilkan devisa yang erat kaitannya dengan tingkat ‘daya saing’ produk-produk industri indonesia, baik dipasar dalam negeri maupun internasional; 3. Menggunakan bahan baku lokal. Data-data yang dikemukakan menunjukan cir-ciri industri di indonesia yaitu padat modal dan kecil sumbangannya terhadap penciptaan lapangan kerja, rendahnya tingkat efisiensi dan besarnya tingkat ketergantungan serta memperkuat dikotomi struktur ekonomi antara jawa dan luar jawa.